English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Senin, 12 Oktober 2009

0 STRUKTUR ORGANISASI ANGKATAN XX

Senin, Oktober 12, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]

PENGURUS GUGUS DEPAN

SMA NEGERI I CIAWIGEBANG

TAHUN 2008 – 2009

______________________________________________

MABIGUS

Drs. AGUS HAKIM, M.Pd.

PEMBINA GUGUS DEPAN

APUD, S.Pd.

YAYAH, S.Pd.

PRADANA

NURCHOLIS RIFKI

NIA DANIATI

KERANI

RIA ANDRIYANI

LILIS SOLECHAH

BANKKIR

IDA NURAIDA

SITI NURAENI

JURDAT I

INDARA ADILA PURNAMA

ARI RISNANTO

JURDAT II

AYI DAMAYADI

YETI YUDIANTI

SEKSI PERALATAN

IWAN KUSTIWAN

ABDUL ROHMAN

SEKSI KEGIATAN

ADE SUGIANTO

DADAN HAMDANI

SEKSI BIMBANG

YUDAN NUR MUBAROK

SITI RAHMA FAUZIAH

SEKSI LITEP

IYAN NURHAYAN

SISKA NURUL SYAMSIAH

SEKSI KESENIAN

EKA TRESNA RAKA PURNAMA

MEGAWATI

SEKSI TEKNIK KEPRAMUKAAN (TEKPRAM)

HARDIYANTO PRAMEDIKA

WIKA

SEKSI P3K

ALMAIDAH

ELIN WIDIANINGSIH

SEKSI HUMAS

AHMAD ASIKIN

RIFAL HANDOKO

Read More »

Minggu, 11 Oktober 2009

0 Ukuran TKU Penegak-Pandega

Minggu, Oktober 11, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]

a. Semua TKU untuk Pramuka Penegak berupa tanda pundak yang dibuat dari kain. Tulisan dan gambar pada tanda tersebut dibuat dengan sulaman benang atau logam berwarna kuning emas.
b. Tanda tingkat Penegak Bantara :
1) berbentuk trapesium, berwarna dasar hijau tua, dengan panjang sisi alas 5 cm, sisi atas 4 cm, dan panjang kaki miring kiri dan kanan masing-masing 7,5 cm.
2) di dalam trapezium tersebut terdapat gambar sebuah bintang bersudut lima, di bawahnya terdapat sepasang tunas kelapa yang berlawanan dan di bawah tunas kelapa ini terdapat tulisan BANTARA.
c. Tanda tingkat Penegak Laksana :
1) bentuk, ukuran, gambar dan warnanya sama dengan tanda Tingkat Penegak Bantara
2) di bawah sepasang tunas kelapa terdapat tulisan berbunyi LAKSANA


TKU untuk Pramuka Pandega
a. TKU untuk Pramuka Pandega berupa tanda pundak yang dibuat dari kain. Tulisan dan gambar pada tanda tersebut dibuat dengan sulaman benang atau logam berwarna kuning emas.
b. Tanda tingkat Pandega :
1) berbentuk trapesium, berwarna dasar coklat muda, dengan ukuran dan gambar seperti tanda Tingkat Penegak
2) di bawah sepasang tunas kelapa terdapat tulisan berbunyi PANDEGA

Read More »

0 Tips Memanage Konflik

Minggu, Oktober 11, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
Merasa frustasi? Marah? Mudah emosi? Kita pasti pernah mengalaminya suatu waktu.

Yang menjadi permasalahan di sini adalah dapatkah kita mengontrol diri saat tertimpa masalah? Salah satu jalan untuk dapat “deal” dengan rasa marah adalah dengan mendinginkan pikiran. Saat menerima sesuatu yang membuat diri kita merasa sangat marah dan emosi berlebihan, usahakan untuk menstop perasaan tersebut, tenangkan diri, dan pikirkan setiap perkataan ataupun tindakan agar tidak menyesal belakangan. Ekspresikan apa yang mengganggu dan mengapa hal tersebut membuat kita merasa sangat marah.

* Dengarkan dengan seksama apa yang orang lain katakan
* Tentukan pilihan penyelesaian konflik tanpa adanya perkelahian dan menghindar.
* Jika merasa tidak mampu menyelesaikan sendiri carilah bantuan.

Berbicara dengan orang tua dan orang dewasa

Apakah kalian pernah mencoba melakukan hal ini, namun tidak mendapatkan hal yang kalian harapkan dari orang dewasa? Tenang.. Jangan emosi dulu. Mungkin hal ini disebabkan oleh cara komunikasi kalian yang kurang tepat.

Nah, coba deh gunakan tips berikut ini untuk meningkatkan komunikasi kalian dengan orang dewasa.

* Jujurlah dengan perasaan kalian. Orang tua atau wali kalian bisa menjadi sumber dukungan ataupun saran. Akan tetapi mereka tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran kalian jika kalian tidak mengungkapkannya.

* Jika kalian merasa sedih, jangan dengan segera berada pada sisi defensif. Jika kalian memulai dengan emosi maka kalian tidak akan bias mengekspresikan perasaan kalian.

Kunci dalam membentuk persahabatan yang baik

Terkadang perasaan pada saat kita merasa stres dan memiliki tekanan, akan membantu kita untuk mengetahui apakah teman kita ada untuk kita. Teman yang baik dapat diumpamakan seperti lem yang saling berpegangan dan berbagi sesuatu bersama dalam hidup kita. Selamat ya bagi kalian yang telah memiliki teman yang baik. Namun jika belum, coba deh ikuti tips di bawah ini untuk menemukan teman ”sejati”.

* Carilah orang yang memiliki hobi yang sama dengan kalian. Akan tetapi jangan mengeksklusi orang dengan hobi yang berbeda. Keep open mind.

* Jika kalian menghargai orang lain, maka orang lain akan menghargai kalian.

* Terimalah bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan.

* Meskipun teman baik tapi tentu tak kan ada selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Kembangkan minat lain dan janganlah iri bila teman kalian memiliki minat lain juga.

* Teman kalian tidak dapat membaca pikiran kalian, jadi katakan padanya jika ada sesuatu yang mengganjal.

* Jadilah orang yang dapat menjadi tempat bertukar pikiran secara timbale balik dan kalian harus ada memberikan dukungan pada saat teman kalian menemui masalah.

* Dukunglah teman kalian. Tidak masalah jika tidak setuju terhadap apa yang telah mereka lakukan. Tapi jangan bercerita tentang kejelekan teman dari belakang.

* Pilihlah kata-kata kalian dengan bijak, karena tidak dapat kalian tarik kembali.

Saat teman kalian mencoba mencari sesuatu yang baru, kalian mungkin merasa kesepian dan mungkin suatu saat teman kalian tidak bisa ada di saat kalian memerlukannya. Jika kalian merasa tidak mampu menghadapi situasi tersebut kalian perlu mengembangkan ruang lingkup pertemanan kalian. Kalian harus menghargai diri kalian dan orang lain dengan mulai membuka diri dan mau bergaul dengan orang lain. Ok guys?


( Disadur dari buku RemajaSehat dot CoM )
Read More »

0 METODE LATIHAN PRAMUKA PENEGAK

Minggu, Oktober 11, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
Secara jujur kita akui, jumlah peserta didik Gerakan Pramuka golongan Penegak prosentasenya menurun jika dibandingkan dengan jumlah anak golongan Siaga dan Penggalang. Kalau kita amati, banyak peserta didik golongan siaga yang masih mau melanjutkan sebagai Pramuka Penggalang, namun apabila sudah memasuki usia Penegak, kebanyakan mereka sudah tidak berambisi lagi untuk bergabung menjadi Pramuka Penegak. Benarkah Pramuka Golongan Penegak kurang/tidak lagi menarik bagi pemuda seusia 16 – 20 tahun, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang ? ataukah mungkin ada factor-faktor lain yang menyebabkan semua ini, sehingga perlu kita benahi agar kegiatan Penegak tetap diminati peserta didik.

Apabila kita membaca sejarah kepanduan khususnya masalah kepenagakan, disitu akan kita ketahui, bahwa lahirnya Pramuka Golongan Penegak bukanlah merupakan ide dari pendiri kepramukaan “ Baden Powell “untuk diikuti oleh pemuda seusia penegak. Akan tetapi, lahinya Pramuka golongan Penegak ini justru dikerenakan tuntutan dari mereka sendiri ( pemuda golongan penegak ) untuk tetap memandu, melanjutkan kegiatannya sewaktu mereka masih sebagai Penggalang. Dengan demikian jelaslah bagi kita, bahwa sebenarnya Pramuka Penegak masih diminati pemuda, hanya saja bagaimana cara menciptakan “ porsi kegiatan kepramukaan “ yang cocok pada anak seusia inilah yang agak sulit.

Berbagai gagasan latihan untuk Penegak pernah dicoba oleh Baden Powell, namun kebanyakan gagasan itu ditarik kembali, dengan alasan kurang sesuai dengan yang dikehendaki mereka. Padahal, agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, syarat utamanya haruslah cocok dan sesuai dengan yang dikehendaki mereka, sehingga dapat menarik mereka untuk berbondong-bondong bergabung menjadi Pramuka Penegak. Akhirnya ditemukanlah bahan latihan yang cocok untuk mereka, yaitu suatu latihan yang dapat menambah dan melangkapi hal-hal yang belum didapatkan sewaktu mereka masih menjadi Siaga dan Penggalang, dalam rangka menciptakan warga Negara yang baik dan berguna. Sedangkan cara memberikannya dengan mempergunakan metode kepanduan dalam suasana hidup diluar dan bakti.

Karena kepramukaan mempunyai sifat nasional, internasional dan universal, maka metode latihan kepenegakan di Indonesia pun disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat dan Negara Indonesia. Dalam Gerakan Pramuka, Pramuka Penegak adalah kader-kader Pembina, yang mempunyai tugas untuk membangun Indonesia. Mereka menggabungkan diri dengan suka dan rela untuk bertugas :
1. membina diri sendiri dan sesama Pramuka
2. Berbakti kepada Tuhan, tanah air, bangsa dan Negara Republik Indonesia, yang kini sedang melaksanakan pembangunan untukmencapai masyarakat adil dan makmur.

Sedangkan latihannya dilaksanakan dari, oleh dan untuk mereka sendiri. Inilah gambaran latihan Kepenagakan yang menarik. Saya yakin, apabila prinsip ini dipegang teguh dalam melaksanakan latihan kepenegakan, niscaya latihan tersebut akan benar-benar menarik bagi peserta didik. Dan sekaligus dapat mengarah kepada upaya penacapaian tujuan Gerakan Pramuka.

Lalu kenapa pemuda kurang berminat untuk menjadi Pramuka Penegak? Menurut pengamatan kami, factor-faktornya dapat kami simpulkan sebagai berikut :

Bentuk latihan yang menoton dan mengulang latihan penggalang.

Salah satu factor yang menyebabkan pemuda kurang berminat untuk menjadi Pramuka Penegak adalah karena banyak di antara Pembina Penegak yang menyajikan acara latihannya seperti pada latihan penggalang. Sehingga kesannya di mata anak didik, latihan kepenegakan itu menoton dan membosankan. Lebih-lebih bagi mereka yang dahulunya aktif waktu menjadi penggalang jelas tidak tertarik untuk masuk menjadi Penegak.

Hal ini sebenarnya janganlah sampai terjadi. Meskipun ada beberapa mata acara latihan yang sama untuk anak penggalang dan penegak, suatu missal, cara mempergukan kompas, tetapi model penyampaiannya dan luas isi materi antara penggalang dan Penegak jelas berbeda. Untuk anak penggalang materi yang disampaikan mungkin sebatas pengenalan kompas, bagian-bagian dan fungsinya, serta cara mempergukannya secara praktis. Tetapi untuk anak Penegak akan lebih lagi, selain materi yang disampaikan di Penggalang, masih ditambah lagi tentang sejarah asal usul kompas, macam-macam bentuk kompas dari yang paling sederhana sampai ke paling modern, cara memilih jenis kompas, cara merawat, cara membuat kompas yang sederhana. Dan kalau perlu, mereka juga harus dapat menerangkan dan melatih orang lain terutama adik-adik siaga dan penggalang dalam mempergunakan kompas. Lebih baik lagi kalau mereka dapat menuliskan hal-hal tersebut hingga tersusun menjadi bentuk buku. Yang menyampaikan materinya juga tidak harus Pembina, tetapi mereka dapat saling berdiskusi dari pengetahuan dan bahan-bahan yang mereka peroleh sendiri. Sehingga mereka saling menambah dan melengkapi. Dengan demikian pengetahuan mereka tentang kompas akan semakin luas.

Demikian juga untuk mata acara yang lain, hendaknya janganlah selalu Pembina yang menyampaikan, sehingga akan terkesan terlalu menggurui. Berilah jalan dan dorongan kepada mereka, terutama pengurus Dewan Ambalan. Untuk dapat menyampaikan materi latihan kepada teman-temannya. Cara lain yang dapat kita tempuh adalah dengan memberikan masalah dan pertanyaan yang berhubungan dengan materi latihan. Para Penegak disuruh membahas masalah tersebut atau mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan itu dengan cara berdiskusi atau membaca buku-buku. Kalau perlu tugaskan kepada mereka untuk menghubungi tokoh-tokoh atau instansi yang jelas menguasai atau ada hubungannya dengan materi tersebut.

Dengan demikian peserta didik akan sadar kekhilapannya dan cepat kembali ke jalan yang semestinya.

Terlebih untuk Ambalan yang masih baru didirikan, sebagai langkah awal Pembina harus banyak berperan. Baik dalam memberikan contoh cara memimpin jalanya latihan, mengurus administrasi maupun dalam membuat usulan kegiatan, petunjuk pelaksanaan, evaluasi dan laporan kegiatan. Pembina juga harus menjelaskan secara rinci tugas-tugas para Dewan Ambalannya sesuai dengan ketentuan yang benar.

Dengan demikian diharapkan Dewan Ambalan pertama yang berfungsi dengan baik dan benar. Ini sangat penting sekali, sebab biasanya pengurus masa bakti berikutnya sebagian besar mencontoh kerbiasaan Dewan Ambalan sebelumnya. jika awalnya sudah terbiasa suatu hal yang kurang baik dikhwatirkan akan menjadi tradisi turun temurun dalam Ambalan tersebut.
Read More »

Senin, 14 September 2009

0 Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan

Senin, September 14, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)
Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.
2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.
3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.
4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.
5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]
6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.
7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]
8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.
9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:
· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.
· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.
10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

dikuti dari :Mochamad Bugi
Read More »

Minggu, 13 September 2009

0 Buka Bersama PAS DP SMANCI

Minggu, September 13, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
Alhamdulillah telak terlaksananya BUKA BERSAMA,,,,, walau hanya sedikit yang menghadiri acara ini tapi kami(sebagai DKA SMANCI ) sangat senang karena masih ada perwakilan yang hadir... kegitan ini dilaksanakan bertujuan untuk mempererat tali silahtrami antara DKA PAS DP + Bantara Kelas XII (Angkata XX atau sering di sebut Baroedax H2C) + Pembina (walau hanya ada satu pembina yang datang) + Alumnus selain untuk memepererat tali silaturahmi kami ingin memberitahukan kepada Anak kelas X ( yang menjadi Peserta dalam acara ini) bahwa DKA PAS DP mempunyai hubungan yang erat dengan Pembina, BANTARA KELAS XII, dan ALUMNUS.....
dan inilah foto-fotonya................






Read More »

Jumat, 21 Agustus 2009

0 Definisi Dan Tujuan Outbound

Jumat, Agustus 21, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
Definisi Dan Tujuan Outbound
Outbound adalah kegiatan di alam terbuka. Outbound juga dapat memacu semangat belajar. Outbound merupakan sarana penambah wawasan pengetahuan yang didapat dari serangkaian pengalaman berpetualang sehingga dapat memacu semangat dan kreativitas seseorang. Oleh karena itu, Kimpraswil menyatakan bahwa outbound adalah usaha olah diri (olah pikir dan olah fisik) yang sangat bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi, kinerja dan prestasi dalam rangka melaksanakan tugas dan kepentingan organisasi secara lebih baik lagi (http://www.kimpraswil.go.id/ itjen/news/2003/ij0306251.htm yang direkam pada 5 Okt 2007 11:58:37 GMT).
Kegiatan outbound berawal dari sebuah pengalaman sederhana seperti bermain. Bermain juga membuat setiap anak merasa senang, dan bahagia. Dengan bermain anak dapat belajar menggali dan mengembangkan potensi, dan rasa ingin tahu serta meningkatkan rasa percaya dirinya. Oleh karena itu, bermain merupakan fitrah yang dialami setiap anak.
Pengalaman merupakan guru dalam proses pembelajaran secara alami. Misalnya, seorang anak mengalami proses alami bermain. Hal itu dalam rangka menambah dan mengembangkan pengetahuan dari setiap pengalamannya. Jadi, tidak menutup kemungkinan siapapun berhak bermain baik anak-anak, remaja, orang dewasa ataupun orang tua. Karena belajar dari sebuah pengalaman dalam aktivitas bermain dijadikan sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan yang dapat dilakukan di ruangan terbuka atau tertutup.
Berdasarkan latar belakang tersebut outbound merupakan perpaduan antara permainan-permainan sederhana, permainan ketangkasan, dan olah raga, serta diisi dengan petualangan-petualangan. Hal itu yang akhirnya membentuk adanya unsur-unsur ketangkasan, dan kebersamaan serta keberanian dalam memecahkan masalah. Seperti halnya Iwan menegaskan bahwa “permainan yang disajikan dalam outbound memang telah disusun sedemikian rupa, sehingga bukan hanya psikomotorik (fisik) peserta yang ’tersentuh’ tapi juga afeksi (emosi) dan kognisi (kemampuan berpikir) (http://www.peloporadventure .co.id/manfaat.html yang direkam pada 21 Juli 2007 20:42:48 GMT).
Manfaat dan Tujuan Outbound
Kegiatan belajar di alam terbuka seperti outbound bermanfaat untuk meningkatkan keberanian dalam bertindak maupun berpendapat. Kegiatan outbound membentuk pola pikir yang kreatif, serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual dalam berinteraksi. Kegiatan ini akan menambah pengalaman hidup seseorang menuju sebuah pendewasaan diri.
Pengalaman dalam kegiatan outbound memberikan masukan yang positif dalam perkembangan kedewasaan seseorang. Pengalaman itu mulai dari pembentukan kelompok. Kemudian setiap kelompok akan menghadapi bagaimana cara berkerja sama. Bersama-sama mengambil keputusan dan keberanian untuk mengambil risiko. Setiap kelompok akan meng-hadapi tantangan dalam memikul tanggung yang harus dilalui.
Tujuan outbound secara umum untuk menumbuhkan rasa percaya dalam diri guna memberikan proses terapi diri (mereka yang berkelainan) dalam berkomunikasi, dan menimbulkan adanya saling pengertian, sehingga terciptanya saling percaya antar sesama. Ancok pun menegaskan dalam bukunya Outbound Management Training (2003: 3) bahwa:
Metode pelatihan di alam terbuka juga digunakan untuk kepentingan terapi kejiwaan (lihat Gass, 1993). pelatihan ini digunakan untuk meningkatkan konsep diri anak-anak yang nakal, anak pencandu narkotika, dan kesulitan di dalam hubungan sosial. Metode yang sama juga digunakan untuk memperkuat hubungan keluarga ber-masalah dalam program family therapy (terapi keluarga). Afiatin (2003) dalam penelitian disertasinya telah menggunakan pelatihan outbound untuk penangkalan pengguna obat terlarang (narkoba). Dalam penelitiannya Afiatin menemukan bahwa penggunaan metode outbound mampu meningkatkan ketahanan terhadap godaan untuk menggunakan narkoba. Selain itu dilaporkan pula oleh Afiatin, penelitian yang dilakukan oleh Johnson dan Johnson bahwa kegiatan di dalam outbound training dapat meningkatkan perasaan hidup bermasyarakat (sense of community) diantara para peserta latihan.

Tujuan outbound menurut Adrianus dan Yufiarti, dalam jurnal Memupuk Karakter Siswa melalui Kegiatan Outbound (2006: 42) adalah untuk:
1) mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan diri siswa;
2) berekspresi sesuai dengan caranya sendiri yang masih dapat diterima lingkungan;
3) mengetahui dan memahami perasaan, pendapat orang lain dan menghargai perbedaan;
4) membangkitkan semangat dan motivasi untuk terus terlibat dalam kegiatan-kegiatan;
5) lebih mandiri dan bertindak sesuai dengan keinginan;
6) lebih empati dan sensitif dengan perasaan orang lain;
7) mampu berkomunikasi dengan baik;
8) mengetahui cara belajar yang efektif dan kreatif;
9) memberikan pemahaman terhadap sesuatu tentang pentingnya karakter yang baik;
10) menanamkan nilai-nilai yang positif sehingga terbentuk karakter siswa sekolah dasar melalui berbagai contoh nyata dalam pengalaman hidup;
11) mengembangkan kualitas hidup siswa yang berkarakter;
12) menerapkan dan memberi contoh karakter yang baik kepada lingkungan.
Dari uraian di atas jelas bahwa outbound bertujuan sebagai proses terapi individu dan terapi keluarga atau kelompok yang mengalami kesenjangan. Terapi individu misalnya pada anak yang mengalami penyimpangan seperti anak nakal, anak pemakai narkoba, anak yang mengalami gangguan hubungan sosial (anak berkebutuhan khusus). Sedangkan terapi keluarga atau kelompok yang mengalami kesenjangan sosial sehingga membutuhkan penyegaran (refresh). Baik dengan mengadakan rekreasi dan atau mengadakan kegiatan outbound. Misalnya saja pada sebuah kelompok atau lembaga mengadakan kegiatan outbound setahun sekali dalam rangka meningkatkan rasa kebersamaan, meningkatkan kualitas karyawan dan perusahaan.
Kegiatan outbound individu atau kelompok akan mendapatkan manfaat yang beragam. Mulai dari menambah pengalaman baru. Memacu rasa keberanian. Membagun rasa kebersamaan. Komunikasi yang efektif antarsesama. Bertindak sesuai dengan situasi dan kondisi. Memahami setiap kelebihan maupun kekurangan yang ada pada dirinya maupun orang lain. Dapat menimbulkan rasa saling menghargai dalam setiap keputusan. Selain itu juga outbound bermanfaat sebagai proses berlatih memacu cara berpikir seseorang agar selalu sistematis.
Read More »

Jumat, 07 Agustus 2009

0 Warna dan Arti Kiasan Tanda Kecakapan Umum ( TKU )

Jumat, Agustus 07, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
Warna dan Arti Kiasan Tanda Kecakapan Umum ( TKU )
a. Kelopak bunga kelapa yang mulai merekah, menggambarkan pertumbuhan tanaman,
mengibaratkan Pramuka Siaga yang sedang tumbuh menjadi tunas calon bangsa.
b. kelopak bunga diletakkan miring, menggambarkan bunga kelapa yang selalu memperlihatkan sudut miring terhadap batang pohonnya, mengibaratkan keterikatan Pramuka Siaga dengan keluarga dan orang tuanya.
c. Mayang terurai bertangkai tiga buah, menggambarkan bunga yang sudah mulai berkembang, indah dan menarik, mengibaratkan Pramuka Penggalang yang riang, lincah dan bersikap menarik, sebagai calon tunas bangsa yang sedang berkembang, menggladi dirinya dengan jiwa Pramuka yang berlandaskan pada Trisatya.
d. Mayang terurai yang mekar ke samping, mengibaratkan makin terbukanya pandangan Pramuka Penggalang, dan menerima pengaruh yang baik dari lingkungan sekitarnya.
e. Bintang bersudut lima mengibaratkan Ketuhanan Yang Mahaesa dan Pancasila.
f. Dua buah tunas kelapa yang berpasangan mengibaratkan keselarasan dan kesatuan gerak Pramuka Penegak dan Pandega, putera dan puteri, yang sedang membina dirinya sebagai mahluk pribadi, mahluk sosial dan mahluk Tuhan, menuju cita-cita bangsa yang tinggi, setinggi bintang di langit, untuk kemudian mengabdikan dirinya ke dalam dank e luar organisasi Gerakan Pramuka.
g. Tanda Penegak Bantara, Penegak Laksana dan Pandega diletakkan di atas pundak kiri dan kanan, mengibaratkan pemberian tanggung jawab yang tidak ringan yang dipikulnya sebagai anggota Gerakan Pramuka dan kader pembangunan bangsa dan negara.
Read More »

Minggu, 02 Agustus 2009

0 Bagaimana Kemah yang baik??

Minggu, Agustus 02, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
tips - tips Berkemah....
Sekrang kami akan menjelaskan beberapa tips-tips untuk berkemah dengan baik, setiap Ambalan / Gugus depan setaip tahun selalu mengadakan Perkemahan (Perjusami, PPTA) apabila di suatu Ambalan / Gugus depan tidak ada Perkemahan anak mengira buat apa Pramuka kalau tidak ada perkemahan,,,,,,,, :putnam: ......Jadi anggota Pramuka tapi gak pernah berkemah rasanya tidaklah lengkap, karena penerapan metode pendidikan Kepramukaan salah satunya melalui kegiatan berkemah. tujuan dan ssalah satu upaya penerapaasaran kegiatan tentunya anda sudah mengenal betul. Namun demikian banyak yang kurang memahami bagaimana tatacara berkemah yang baik. Adakalanya bahkan memiliki resiko tinggi. Nah, bagaimana berkemah yang benar ?

Untuk suatu perkemahan yang baik, pentahapan yang harus ditempuh adalah :

a.Persiapan

1)Penentuan waktu, tempat, tujuan dan biaya.
2)Pengadaan peralatan, peninjauan lokasi.
3)Pemberitahuan dan perijinan. ( Ijin Ortu dan Keamanan setempat)
4)Pembentukan Panitia.
5)Membuat jadwal kegiatan/ acara dan mempersiapkan acara pengganti bila situasi dan kondisi cuaca berubah-ubah.
6)Memantapkan kesiapan mental, fisik dan ketrampilan.

b.Pelaksanaan

Kegiatan hendaknya sesuai rencana, dilaksanakan menurut perkembangan keadaan dan diusahakan adanya acara pengganti atau tambahan, serta faktor pengamanan dan keselamatan peserta harus diperhatikan.

c. Penyelesaian

Pembongkaran tenda-tenda, kebersihan lingkungan dan pengecekan barang harus dilaksanakan secara tertib.

Syarat-syarat memilih tempat berkemah adalah :
a. Tanahnya rata atau sedikit miring berumput.
b. Ada pohon pelindung.
c. Ada saluran pengeringan pembuangan air.
d. Dekat sumber air.
e. Terjamin keamanannya, terutama ancaman dari binatang buas, melata/ berbisa.
f. Tidak terlalu dekat dengan kampung dan jalan raya.
g. Tidak terlalu jauh dari pasar, pos kesehatan, pos keamanan.
h. Hindari angin masuk ke dalam tenda, dengan cara didirikan tenda membujur menurut mata angin.


dikutip dari : Pramukanet.com
Read More »

Minggu, 19 Juli 2009

Minggu, Juli 19, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
SEMUA TERKEJUT!!!
Ketika seluruh rakyat indonesia sedang menunggu hasil penghitungan suara Pemilihan Umum dari KPU dan menunggu kedatangan Juara Liga Primer sekaliguas Juara Dunia Antar club Mancester United yang akan bertanding melawan Indonesia All Start namun...........
PERHATIAN Indonesia dan dunia mendadak sontak tertuju ke Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta. Mimpi buruk serangan enam tahun lalu terjadi lagi. Serangan ini bahkan dua kali lebih dahsyat dari serangan sebelumnya.
Bom kembar ini meluluhlantakkan sekaligus dua hotel mewah milik asing tersebut dalam waktu yang hampir bersamaan yaitu sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (17/7). Pelaku teror berhasil menyulut ledakan justru dari dalam bangunan hotel, di tengah pengamanan ekstra ketat. Yang lebih memalukan, bom juga dirakit di kamar hotel, tepat di bawah hidung petugas keamanan dan pengelola hotel.

Korban yang berjatuhan pun bukan dari kalangan biasa. Sejumlah top executive beberapa perusahaan asing menjadi korban serangan ini. Sembilan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Presiden Direktur PT Holcim Indonesia Timothy Mackay tewas dalam peristiwa ini. Serangan tersebut pun membuat klub sepakbola asal Inggris, Manchester United membatalkan lawatannya ke Indonesia.

Kaitan antara ledakan ini dengan kondisi politik dalam negeri menjadi pertanyaan setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan sejumlah informasi rahasia dari intelijen. Informasi A-1 ini menyebutkan adanya rencana pendudukan Komisi Pemilihan Umum saat pengumuman hasil penghitungan suara Pemilu Presiden 2009.

Selain itu, ada pula rencana mencegah pelantikan SBY sebagai Presiden RI 2009-2014, serta rencana membuat kondisi Indonesia seperti Iran yang rusuh pascapemilu. Foto SBY yang menjadi sasaran latihan tembak teroris pun ditunjukkannya pada publik. Dengan sangat geram, SBY, menyindir seseorang yang pernah melakukan aksi kejahatan membunuh dan menghilangkan orang secara paksa di masa silam.

Tindakan dan ucapan SBY selalu diperhitungkan matang-matang. Jadi SBY pasti punya alasan khusus kenapa ia mengungkapkan rahasia intelijen itu dan menyinggung seorang “drakula penyebar maut” bersamaan dengan ucapan belasungkawa terhadap korban bom kembar itu.

Benarkan serangan ganda ini terkait hasil Pemilu 2009, yang notabene melibatkan tiga mantan jenderal yang bersaing menjadi pasangan nomor satu di negeri ini?

Sejumlah pengamat terorisme membantah hal tersebut. Pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan, hampir tidak mungkin ada pihak lain yang meniru pola operasi atau menunggangi kelompok ini untuk kepentingan politik. "Tidak mungkin, sangat sulit dan sangat kecil kemungkinannya. Hanya 0,00 persen." Menurut penulis buku-buku Islam ini, perlu ideologi kuat yang tertanam pada seseorang untuk mau menjadi seorang pelaku bom bunuh diri.

Al Chaidar meyakini jaringan buronan teroris Noordin M. Top sebagai pelakunya. Hal tersebut terlihat dari sasaran pengeboman, dan adanya pola pengulangan terhadap sasaran lama. Selain itu, data sekunder yang ditemukan polisi di Cilacap, Jawa Barat, dan Palembang, Sumatra Selatan, menunjukkan kelompok ini sedang merencanakan serangan setelah lama vakum.

Sebelumnya, Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta, pernah menjadi sasaran bom pada 2003. Selain itu, Hotel JW Marriott di Islamabad, Pakistan, juga dua kali menjadi sasaran bom Al-Qaidah, yaitu pada 2007 dan 2008. Melihat pola pengulangan ini, Al Chaidar memperkirakan serangan ulangan juga bisa terjadi di jaringan Hotel Ritz Carlton.

Menurut Al Chaidar, kelompok ini memanfaatkan kelengahan aparat kepolisian dan intelijen yang sedang fokus mengamankan jalannya Pemilu 2009. Diperlukan waktu antara enam bulan hingga satu tahun untuk merancang operasi seperti ini. "Mereka perlu melakukan survei dan pengintaian untuk melihat kelemahan target dan menyusun siasat," lanjut Al Chaidar.

Hal serupa diungkapkan direktur International Crisis Group, Sidney Jones. Perempuan pengamat politik ini pun menduga kelompok teroris Noordin M. Top berada di belakang aksi bom di kawasan Mega Kuningan. Walaupun tidak tertutup kemungkinan ada kelompok baru di luar kelompok Noordin.

Menurut Jones, kemungkinan serangan bom ini terkait dengan kisruh Pemilu 2009 tidak begitu besar. "Karena mana ada orang mau mati syahid untuk kepentingan politik," ujar dia.

Jones melanjutkan, kegiatan kelompok Noordin saat ini memang terdesak oleh aparat kepolisian. "Tetapi selama Noordin belum ditangkap, orang masih bisa terhubung dengannya dan belajar merakit bom," kata Jones. Apalagi, masih ada beberapa buronan yang sangat berbahaya yang belum berhasil ditangkap polisi.

Walaupun kelompok ini tidak bertambah kuat, Jones mengakui bahwa kini mereka bertambah pintar. Temuan bom oleh polisi di Cilacap, Jawa Barat, dan terungkapnya anggota jaringan teroris di Palembang, menunjukkan bahwa jaringan teroris masih berkembang walaupun pimpinannya harus menyembunyikan diri.

Setelah melakukan penyelidikan yang mengarah ke kelompok Noordin, kepolisian pun nyaris mengumumkan kelompok tersebut sebagai dalang serangan. Alasannya, bom di JW Mariott dan Ritz Carlton tersebut memiliki ciri yang serupa dengan bom yang ditemukan polisi di Cilacap awal pekan ini. Namun belum dapat dipastikan apakah jaringan peledakan itu sama dengan Cilacap.

Perkembangan selanjutnya dari penyelidikan semakin menarik untuk diikuti. Apakah benar insiden bom ini terkait politik atau murni gerakan jaringan teroris yang berkiblat pada Al-Qaidah? Siapakah Noordin M. Top dan bagaimana sepak terjangnya dalam sejumlah aksi pengeboman di Tanah Air? Simak Fokus: Bom Mega Kuningan selanjutnya.

Read More »