English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 21 Agustus 2009

0 Definisi Dan Tujuan Outbound

Jumat, Agustus 21, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
Definisi Dan Tujuan Outbound
Outbound adalah kegiatan di alam terbuka. Outbound juga dapat memacu semangat belajar. Outbound merupakan sarana penambah wawasan pengetahuan yang didapat dari serangkaian pengalaman berpetualang sehingga dapat memacu semangat dan kreativitas seseorang. Oleh karena itu, Kimpraswil menyatakan bahwa outbound adalah usaha olah diri (olah pikir dan olah fisik) yang sangat bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi, kinerja dan prestasi dalam rangka melaksanakan tugas dan kepentingan organisasi secara lebih baik lagi (http://www.kimpraswil.go.id/ itjen/news/2003/ij0306251.htm yang direkam pada 5 Okt 2007 11:58:37 GMT).
Kegiatan outbound berawal dari sebuah pengalaman sederhana seperti bermain. Bermain juga membuat setiap anak merasa senang, dan bahagia. Dengan bermain anak dapat belajar menggali dan mengembangkan potensi, dan rasa ingin tahu serta meningkatkan rasa percaya dirinya. Oleh karena itu, bermain merupakan fitrah yang dialami setiap anak.
Pengalaman merupakan guru dalam proses pembelajaran secara alami. Misalnya, seorang anak mengalami proses alami bermain. Hal itu dalam rangka menambah dan mengembangkan pengetahuan dari setiap pengalamannya. Jadi, tidak menutup kemungkinan siapapun berhak bermain baik anak-anak, remaja, orang dewasa ataupun orang tua. Karena belajar dari sebuah pengalaman dalam aktivitas bermain dijadikan sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan yang dapat dilakukan di ruangan terbuka atau tertutup.
Berdasarkan latar belakang tersebut outbound merupakan perpaduan antara permainan-permainan sederhana, permainan ketangkasan, dan olah raga, serta diisi dengan petualangan-petualangan. Hal itu yang akhirnya membentuk adanya unsur-unsur ketangkasan, dan kebersamaan serta keberanian dalam memecahkan masalah. Seperti halnya Iwan menegaskan bahwa “permainan yang disajikan dalam outbound memang telah disusun sedemikian rupa, sehingga bukan hanya psikomotorik (fisik) peserta yang ’tersentuh’ tapi juga afeksi (emosi) dan kognisi (kemampuan berpikir) (http://www.peloporadventure .co.id/manfaat.html yang direkam pada 21 Juli 2007 20:42:48 GMT).
Manfaat dan Tujuan Outbound
Kegiatan belajar di alam terbuka seperti outbound bermanfaat untuk meningkatkan keberanian dalam bertindak maupun berpendapat. Kegiatan outbound membentuk pola pikir yang kreatif, serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual dalam berinteraksi. Kegiatan ini akan menambah pengalaman hidup seseorang menuju sebuah pendewasaan diri.
Pengalaman dalam kegiatan outbound memberikan masukan yang positif dalam perkembangan kedewasaan seseorang. Pengalaman itu mulai dari pembentukan kelompok. Kemudian setiap kelompok akan menghadapi bagaimana cara berkerja sama. Bersama-sama mengambil keputusan dan keberanian untuk mengambil risiko. Setiap kelompok akan meng-hadapi tantangan dalam memikul tanggung yang harus dilalui.
Tujuan outbound secara umum untuk menumbuhkan rasa percaya dalam diri guna memberikan proses terapi diri (mereka yang berkelainan) dalam berkomunikasi, dan menimbulkan adanya saling pengertian, sehingga terciptanya saling percaya antar sesama. Ancok pun menegaskan dalam bukunya Outbound Management Training (2003: 3) bahwa:
Metode pelatihan di alam terbuka juga digunakan untuk kepentingan terapi kejiwaan (lihat Gass, 1993). pelatihan ini digunakan untuk meningkatkan konsep diri anak-anak yang nakal, anak pencandu narkotika, dan kesulitan di dalam hubungan sosial. Metode yang sama juga digunakan untuk memperkuat hubungan keluarga ber-masalah dalam program family therapy (terapi keluarga). Afiatin (2003) dalam penelitian disertasinya telah menggunakan pelatihan outbound untuk penangkalan pengguna obat terlarang (narkoba). Dalam penelitiannya Afiatin menemukan bahwa penggunaan metode outbound mampu meningkatkan ketahanan terhadap godaan untuk menggunakan narkoba. Selain itu dilaporkan pula oleh Afiatin, penelitian yang dilakukan oleh Johnson dan Johnson bahwa kegiatan di dalam outbound training dapat meningkatkan perasaan hidup bermasyarakat (sense of community) diantara para peserta latihan.

Tujuan outbound menurut Adrianus dan Yufiarti, dalam jurnal Memupuk Karakter Siswa melalui Kegiatan Outbound (2006: 42) adalah untuk:
1) mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan diri siswa;
2) berekspresi sesuai dengan caranya sendiri yang masih dapat diterima lingkungan;
3) mengetahui dan memahami perasaan, pendapat orang lain dan menghargai perbedaan;
4) membangkitkan semangat dan motivasi untuk terus terlibat dalam kegiatan-kegiatan;
5) lebih mandiri dan bertindak sesuai dengan keinginan;
6) lebih empati dan sensitif dengan perasaan orang lain;
7) mampu berkomunikasi dengan baik;
8) mengetahui cara belajar yang efektif dan kreatif;
9) memberikan pemahaman terhadap sesuatu tentang pentingnya karakter yang baik;
10) menanamkan nilai-nilai yang positif sehingga terbentuk karakter siswa sekolah dasar melalui berbagai contoh nyata dalam pengalaman hidup;
11) mengembangkan kualitas hidup siswa yang berkarakter;
12) menerapkan dan memberi contoh karakter yang baik kepada lingkungan.
Dari uraian di atas jelas bahwa outbound bertujuan sebagai proses terapi individu dan terapi keluarga atau kelompok yang mengalami kesenjangan. Terapi individu misalnya pada anak yang mengalami penyimpangan seperti anak nakal, anak pemakai narkoba, anak yang mengalami gangguan hubungan sosial (anak berkebutuhan khusus). Sedangkan terapi keluarga atau kelompok yang mengalami kesenjangan sosial sehingga membutuhkan penyegaran (refresh). Baik dengan mengadakan rekreasi dan atau mengadakan kegiatan outbound. Misalnya saja pada sebuah kelompok atau lembaga mengadakan kegiatan outbound setahun sekali dalam rangka meningkatkan rasa kebersamaan, meningkatkan kualitas karyawan dan perusahaan.
Kegiatan outbound individu atau kelompok akan mendapatkan manfaat yang beragam. Mulai dari menambah pengalaman baru. Memacu rasa keberanian. Membagun rasa kebersamaan. Komunikasi yang efektif antarsesama. Bertindak sesuai dengan situasi dan kondisi. Memahami setiap kelebihan maupun kekurangan yang ada pada dirinya maupun orang lain. Dapat menimbulkan rasa saling menghargai dalam setiap keputusan. Selain itu juga outbound bermanfaat sebagai proses berlatih memacu cara berpikir seseorang agar selalu sistematis.
Read More »

Jumat, 07 Agustus 2009

0 Warna dan Arti Kiasan Tanda Kecakapan Umum ( TKU )

Jumat, Agustus 07, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
Warna dan Arti Kiasan Tanda Kecakapan Umum ( TKU )
a. Kelopak bunga kelapa yang mulai merekah, menggambarkan pertumbuhan tanaman,
mengibaratkan Pramuka Siaga yang sedang tumbuh menjadi tunas calon bangsa.
b. kelopak bunga diletakkan miring, menggambarkan bunga kelapa yang selalu memperlihatkan sudut miring terhadap batang pohonnya, mengibaratkan keterikatan Pramuka Siaga dengan keluarga dan orang tuanya.
c. Mayang terurai bertangkai tiga buah, menggambarkan bunga yang sudah mulai berkembang, indah dan menarik, mengibaratkan Pramuka Penggalang yang riang, lincah dan bersikap menarik, sebagai calon tunas bangsa yang sedang berkembang, menggladi dirinya dengan jiwa Pramuka yang berlandaskan pada Trisatya.
d. Mayang terurai yang mekar ke samping, mengibaratkan makin terbukanya pandangan Pramuka Penggalang, dan menerima pengaruh yang baik dari lingkungan sekitarnya.
e. Bintang bersudut lima mengibaratkan Ketuhanan Yang Mahaesa dan Pancasila.
f. Dua buah tunas kelapa yang berpasangan mengibaratkan keselarasan dan kesatuan gerak Pramuka Penegak dan Pandega, putera dan puteri, yang sedang membina dirinya sebagai mahluk pribadi, mahluk sosial dan mahluk Tuhan, menuju cita-cita bangsa yang tinggi, setinggi bintang di langit, untuk kemudian mengabdikan dirinya ke dalam dank e luar organisasi Gerakan Pramuka.
g. Tanda Penegak Bantara, Penegak Laksana dan Pandega diletakkan di atas pundak kiri dan kanan, mengibaratkan pemberian tanggung jawab yang tidak ringan yang dipikulnya sebagai anggota Gerakan Pramuka dan kader pembangunan bangsa dan negara.
Read More »

Minggu, 02 Agustus 2009

0 Bagaimana Kemah yang baik??

Minggu, Agustus 02, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
tips - tips Berkemah....
Sekrang kami akan menjelaskan beberapa tips-tips untuk berkemah dengan baik, setiap Ambalan / Gugus depan setaip tahun selalu mengadakan Perkemahan (Perjusami, PPTA) apabila di suatu Ambalan / Gugus depan tidak ada Perkemahan anak mengira buat apa Pramuka kalau tidak ada perkemahan,,,,,,,, :putnam: ......Jadi anggota Pramuka tapi gak pernah berkemah rasanya tidaklah lengkap, karena penerapan metode pendidikan Kepramukaan salah satunya melalui kegiatan berkemah. tujuan dan ssalah satu upaya penerapaasaran kegiatan tentunya anda sudah mengenal betul. Namun demikian banyak yang kurang memahami bagaimana tatacara berkemah yang baik. Adakalanya bahkan memiliki resiko tinggi. Nah, bagaimana berkemah yang benar ?

Untuk suatu perkemahan yang baik, pentahapan yang harus ditempuh adalah :

a.Persiapan

1)Penentuan waktu, tempat, tujuan dan biaya.
2)Pengadaan peralatan, peninjauan lokasi.
3)Pemberitahuan dan perijinan. ( Ijin Ortu dan Keamanan setempat)
4)Pembentukan Panitia.
5)Membuat jadwal kegiatan/ acara dan mempersiapkan acara pengganti bila situasi dan kondisi cuaca berubah-ubah.
6)Memantapkan kesiapan mental, fisik dan ketrampilan.

b.Pelaksanaan

Kegiatan hendaknya sesuai rencana, dilaksanakan menurut perkembangan keadaan dan diusahakan adanya acara pengganti atau tambahan, serta faktor pengamanan dan keselamatan peserta harus diperhatikan.

c. Penyelesaian

Pembongkaran tenda-tenda, kebersihan lingkungan dan pengecekan barang harus dilaksanakan secara tertib.

Syarat-syarat memilih tempat berkemah adalah :
a. Tanahnya rata atau sedikit miring berumput.
b. Ada pohon pelindung.
c. Ada saluran pengeringan pembuangan air.
d. Dekat sumber air.
e. Terjamin keamanannya, terutama ancaman dari binatang buas, melata/ berbisa.
f. Tidak terlalu dekat dengan kampung dan jalan raya.
g. Tidak terlalu jauh dari pasar, pos kesehatan, pos keamanan.
h. Hindari angin masuk ke dalam tenda, dengan cara didirikan tenda membujur menurut mata angin.


dikutip dari : Pramukanet.com
Read More »

Minggu, 19 Juli 2009

Minggu, Juli 19, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
SEMUA TERKEJUT!!!
Ketika seluruh rakyat indonesia sedang menunggu hasil penghitungan suara Pemilihan Umum dari KPU dan menunggu kedatangan Juara Liga Primer sekaliguas Juara Dunia Antar club Mancester United yang akan bertanding melawan Indonesia All Start namun...........
PERHATIAN Indonesia dan dunia mendadak sontak tertuju ke Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta. Mimpi buruk serangan enam tahun lalu terjadi lagi. Serangan ini bahkan dua kali lebih dahsyat dari serangan sebelumnya.
Bom kembar ini meluluhlantakkan sekaligus dua hotel mewah milik asing tersebut dalam waktu yang hampir bersamaan yaitu sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (17/7). Pelaku teror berhasil menyulut ledakan justru dari dalam bangunan hotel, di tengah pengamanan ekstra ketat. Yang lebih memalukan, bom juga dirakit di kamar hotel, tepat di bawah hidung petugas keamanan dan pengelola hotel.

Korban yang berjatuhan pun bukan dari kalangan biasa. Sejumlah top executive beberapa perusahaan asing menjadi korban serangan ini. Sembilan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Presiden Direktur PT Holcim Indonesia Timothy Mackay tewas dalam peristiwa ini. Serangan tersebut pun membuat klub sepakbola asal Inggris, Manchester United membatalkan lawatannya ke Indonesia.

Kaitan antara ledakan ini dengan kondisi politik dalam negeri menjadi pertanyaan setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan sejumlah informasi rahasia dari intelijen. Informasi A-1 ini menyebutkan adanya rencana pendudukan Komisi Pemilihan Umum saat pengumuman hasil penghitungan suara Pemilu Presiden 2009.

Selain itu, ada pula rencana mencegah pelantikan SBY sebagai Presiden RI 2009-2014, serta rencana membuat kondisi Indonesia seperti Iran yang rusuh pascapemilu. Foto SBY yang menjadi sasaran latihan tembak teroris pun ditunjukkannya pada publik. Dengan sangat geram, SBY, menyindir seseorang yang pernah melakukan aksi kejahatan membunuh dan menghilangkan orang secara paksa di masa silam.

Tindakan dan ucapan SBY selalu diperhitungkan matang-matang. Jadi SBY pasti punya alasan khusus kenapa ia mengungkapkan rahasia intelijen itu dan menyinggung seorang “drakula penyebar maut” bersamaan dengan ucapan belasungkawa terhadap korban bom kembar itu.

Benarkan serangan ganda ini terkait hasil Pemilu 2009, yang notabene melibatkan tiga mantan jenderal yang bersaing menjadi pasangan nomor satu di negeri ini?

Sejumlah pengamat terorisme membantah hal tersebut. Pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan, hampir tidak mungkin ada pihak lain yang meniru pola operasi atau menunggangi kelompok ini untuk kepentingan politik. "Tidak mungkin, sangat sulit dan sangat kecil kemungkinannya. Hanya 0,00 persen." Menurut penulis buku-buku Islam ini, perlu ideologi kuat yang tertanam pada seseorang untuk mau menjadi seorang pelaku bom bunuh diri.

Al Chaidar meyakini jaringan buronan teroris Noordin M. Top sebagai pelakunya. Hal tersebut terlihat dari sasaran pengeboman, dan adanya pola pengulangan terhadap sasaran lama. Selain itu, data sekunder yang ditemukan polisi di Cilacap, Jawa Barat, dan Palembang, Sumatra Selatan, menunjukkan kelompok ini sedang merencanakan serangan setelah lama vakum.

Sebelumnya, Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta, pernah menjadi sasaran bom pada 2003. Selain itu, Hotel JW Marriott di Islamabad, Pakistan, juga dua kali menjadi sasaran bom Al-Qaidah, yaitu pada 2007 dan 2008. Melihat pola pengulangan ini, Al Chaidar memperkirakan serangan ulangan juga bisa terjadi di jaringan Hotel Ritz Carlton.

Menurut Al Chaidar, kelompok ini memanfaatkan kelengahan aparat kepolisian dan intelijen yang sedang fokus mengamankan jalannya Pemilu 2009. Diperlukan waktu antara enam bulan hingga satu tahun untuk merancang operasi seperti ini. "Mereka perlu melakukan survei dan pengintaian untuk melihat kelemahan target dan menyusun siasat," lanjut Al Chaidar.

Hal serupa diungkapkan direktur International Crisis Group, Sidney Jones. Perempuan pengamat politik ini pun menduga kelompok teroris Noordin M. Top berada di belakang aksi bom di kawasan Mega Kuningan. Walaupun tidak tertutup kemungkinan ada kelompok baru di luar kelompok Noordin.

Menurut Jones, kemungkinan serangan bom ini terkait dengan kisruh Pemilu 2009 tidak begitu besar. "Karena mana ada orang mau mati syahid untuk kepentingan politik," ujar dia.

Jones melanjutkan, kegiatan kelompok Noordin saat ini memang terdesak oleh aparat kepolisian. "Tetapi selama Noordin belum ditangkap, orang masih bisa terhubung dengannya dan belajar merakit bom," kata Jones. Apalagi, masih ada beberapa buronan yang sangat berbahaya yang belum berhasil ditangkap polisi.

Walaupun kelompok ini tidak bertambah kuat, Jones mengakui bahwa kini mereka bertambah pintar. Temuan bom oleh polisi di Cilacap, Jawa Barat, dan terungkapnya anggota jaringan teroris di Palembang, menunjukkan bahwa jaringan teroris masih berkembang walaupun pimpinannya harus menyembunyikan diri.

Setelah melakukan penyelidikan yang mengarah ke kelompok Noordin, kepolisian pun nyaris mengumumkan kelompok tersebut sebagai dalang serangan. Alasannya, bom di JW Mariott dan Ritz Carlton tersebut memiliki ciri yang serupa dengan bom yang ditemukan polisi di Cilacap awal pekan ini. Namun belum dapat dipastikan apakah jaringan peledakan itu sama dengan Cilacap.

Perkembangan selanjutnya dari penyelidikan semakin menarik untuk diikuti. Apakah benar insiden bom ini terkait politik atau murni gerakan jaringan teroris yang berkiblat pada Al-Qaidah? Siapakah Noordin M. Top dan bagaimana sepak terjangnya dalam sejumlah aksi pengeboman di Tanah Air? Simak Fokus: Bom Mega Kuningan selanjutnya.

Read More »

Jumat, 17 Juli 2009

0 Pendidikan Bermutu di tengah Pentas Budaya Instan

Jumat, Juli 17, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
Pendidikan Bermutu di tengah Pentas Budaya Instan
Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik.

Zaman sudah berubah. Semua orang maunya serba cepat. Jadinya, cenderung mengabaikan proses tapi ingin segera mendapat hasil. Apalagi di negara dengan etos kerja rendah seperti Indonesia. Akibatnya, budaya instan mulai masuk ke setiap kehidupan kita. Hidup di zaman modern seperti sekarang ini segala sesuatu dapat kita dapatkan dengan mudah, praktis dan cepat. Kemajuan
teknologi telah memanjakan kita. Mau ngobrol dengan rekan atau saudara yang bermukim di belahan dunia lain, tinggal angkat telepon atau buka internet. Ingin belanja atau makan di restoran tapi malas keluar, tinggal pesan lewat telepon atau beli lewat situs. Mau transaksi —transfer uang, bayar listrik, kartu kredit, beli pulsa— tidak perlu susah-susah ke bank atau ATM. Semua bisa dilakukan lewat handphone. Bagi cewek-cewek yang ingin rambut panjang tidak perlu harus menunggu sampai berbulan-bulan. Cukup tunggu ½ jam saja dengan teknik hair extension, rambut bisa panjang sesuai keinginan.

Maklum, orang makin sibuk. Malas direpotkan dengan hal-hal ribet. Maunya serba instan. Salahkah itu?, selama masih mengikuti hukum alam, serba instan itu sah-sah saja. “Hidup yang baik dan sukses adalah hidup yang sesuai dengan proses alam”. Sampai level tertentu teknologi bisa kita pakai untuk mempercepat hal-hal yang bisa dipercepat sesuai hukum alam. Kemajuan teknologi dan tuntutan zaman, memungkinkan kita mendapatkan sesuatu serba cepat. Tetapi tidak asal cepat. Kualitas harus tetap terjaga. “Padi 100 hari baru panen itu bagus”. Tapi ingat itu ada yang bisa dipercepat. Mestinya, hasilnya harus lebih baik. Jadi, cepat, baik dan bermutu harus berlangsung bersama.

Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya. Mendapatkan sesuatu dengan mudah membuat orang enggan bersusah payah. Tak mau melewati proses. Alias malas. Yang penting cepat !. Bermutu atau tidak, itu urusan nanti. Berorientasi hanya pada hasil. Proses tidak penting. Parahnya, “virus” itu sudah menyebar ke berbagai aspek kehidupan. Ingin sukses dengan cara instan. Jadilah, banyak orang korupsi, punya gelar palsu, beli skripsi, ijazah aspal, asal lulus, cepat kaya lewat penggandaan uang dan lain sebagainya. Kalau memang berat, membosankan dan ketinggalan zaman mengapa kita harus bermutu? Kalau ada cara cepat yang memberi hasil, mengapa tidak dicoba?. Lebih lanjut, sekarang ini sudah terjadi pergeseran nilai di masyarakat. Orang makin individualis dan cenderung melecehkan hak orang lain. Untuk mengejar kesuksesannya, orang tak ragu-ragu mengorbankan orang lain.

Pendidikan Cenderung Dibisniskan.

Munculnya berbagai cara yang mengarah pada pelanggaran etika akademik yang dilakukan perguruan tinggi kita untuk memenangkan persaingan, menunjukkan bahwa pendidikan kini cenderung dipakai sebagai ajang bisnis. Pola promosi yang memberikan kemudahan dan iming-iming hadiah merupakan suatu gambaran bahwa perguruan tinggi tersebut tidak ada inovasi dalam hal kualitas pendidikan. Kecenderungan tersebut akan menghancurkan dunia pendidikan, karena akhirnya masyarakat bukan kuliah untuk meningkatkan kualitas diri, melainkan hanya mengejar gelar untuk prestise. Kondisi pendidikan tinggi saat ini cukup memprihatinkan. Ada PTS yang mengabaikan proses pendidikan. Bahkan ada PTS yang hanya menjadi mesin pencetak uang, bukan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Hal Ini yang membuat persaingan menjadi semakin tidak sehat.

Produk lulusan perguruan tinggi yang proses pendidikannya asal-asalan dan bahkan akal-akalan, juga cenderung menghalalkan segala cara untuk merekrut calon mahasiswa sebanyak-banyaknya, dengan promosi yang terkadang menjebak dengan iming-iming hadiah yang menggiurkan. Apakah ini gambaran pendidikan berkualitas ?. Bahkan ada beberapa PTS di Jakarta yang memainkan range nilai untuk meluluskan mahasiswanya, karena mereka takut, ketika selesai ujian akhir (UTS/UAS) banyak mahasiswanya yang tidak lulus alias IP/IPK nasakom. Sehingga mereka lulus dengan angka pas-pasan yang sebenarnya mahasiswa tersebut tidak lulus. Dalam hal ini semua pihak harus melakukan introspeksi untuk bisa memberi pelayanan pendidikan yang berkualitas. Kopertis, harus bersikap tegas menindak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang melanggar dan mensosialisasikan aturan yang tak boleh dilanggar oleh PTS. Pengelola perguruan tinggi juga harus menghentikan semua langkah yang melanggar aturan. Kunci pengawasan itu ada secara bertahap di tangan Ketua Program Studi, Direktur, Dekan, Rektor dan Ketua Yayasan.

Tantangan Lulusan Sarjana di Era Informasi.

Ketika para sarjana memadati berbagai arena bursa kerja untuk menawarkan ilmu dan ijazah mereka, iklan-iklan penerimaan mahasiswa baru juga nyaris memenuhi halaman-halaman surat kabar. Dua fenomena tersebut ironis. Promosi Perguruan Tinggi untuk menjaring calon mahasiswa sama "gencarnya" dengan peningkatan pengangguran lulusan. Di sisi lain, perlu diajukan pertanyaan, kualifikasi apakah sebenarnya yang disyaratkan oleh para pencari tenaga kerja lulusan sarjana Perguruan Tinggi ini ?

Jawaban yang diperoleh para peneliti umumnya adalah campuran kualitas personal dan prestasi akademik. Tetapi pencari tenaga kerja tidak pernah mengonkretkan, misalnya, seberapa besar spesialisasi mereka mengharapkan suatu program studi di Perguruan Tinggi. Kualifikasi seperti memiliki kemampuan numerik, problem-solving dan komunikatif sering merupakan prediksi para pengelola Perguruan Tinggi daripada pernyataan eksplisit para pencari tenaga kerja. Hasil survei menunjukkan perubahan keinginan para pencari tenaga kerja tersebut adalah dalam hal kualifikasi lulusan Perguruan Tinggi yang mereka syaratkan.

Tidak setiap persyaratan kualifikasi yang dimuat di iklan lowongan kerja sama penting nilainya bagi para pencari tenaga kerja. Dalam prakteknya, kualifikasi yang dinyatakan sebagai "paling dicari" oleh para pencari tenaga kerja juga tidak selalu menjadi kualifikasi yang "paling menentukan" diterima atau tidaknya seorang lulusan sarjana dalam suatu pekerjaan.



Yang menarik, tiga kualifikasi kategori kompetensi personal, yaitu kejujuran, tanggung jawab, dan inisiatif, menjadi kualifikasi yang paling penting, paling dicari, dan paling menentukan dalam proses rekrutmen. Kompetensi interpersonal, seperti mampu bekerja sama dan fleksibel, dipandang paling dicari dan paling menentukan. Namun, meskipun sering dicantumkan di dalam iklan lowongan kerja, indeks prestasi kumulatif (IPK) sebagai salah satu indikator keunggulan akademik tidak termasuk yang paling penting, paling dicari, ataupun paling menentukan.



Di sisi lain, reputasi institusi Pendidikan Tinggi yang antara lain diukur dengan status akreditasi program studi sama sekali tidak termasuk dalam daftar kualifikasi yang paling penting, paling dicari, ataupun paling menentukan proses rekrutmen lulusan sarjana oleh para pencari tenaga kerja.



Ada kecenderungan para pencari tenaga kerja "mengabaikan" bidang studi lulusan sarjana Dalam sebuah wawancara, seorang kepala HRD sebuah bank di Cirebon menegaskan, kesesuaian kualitas personal dengan sifat-sifat suatu bidang pekerjaan lebih menentukan diterima atau tidaknya seorang lulusan Perguruan Tinggi. Misalnya, posisi sebagai kasir bank menuntut kecepatan, kecekatan, dan ketepatan. Maka, lulusan sarnaja dengan kualitas ini punya peluang besar untuk diterima meskipun latar belakang bidang pendidikannya tidak sesuai. Kepala HRD itu mengatakan, "Saya pernah menerima Sarjana Pertanian dari Bogor sebagai kasir di bank kami dan menolak Sarjana Ekonomi manajemen dari Bandung yang IPK-nya sangat bagus."



Kualifikasi-kualifikasi yang disyaratkan dunia kerja tersebut penting diperhatikan oleh pengelola Perguruan Tinggi untuk mengatasi tidak nyambung-nya antara Perguruan Tinggi dengan dunia kerja dan pengangguran lulusan. Jika pembenahan sistem seleksi mahasiswa baru dimaksudkan untuk menyaring mahasiswa sesuai kompetensi dasarnya, perhatian pada kualifikasi yang dituntut pasar kerja dimaksudkan sebagai patokan proses pengolahan kompetensi dasar tersebut. Untuk itu semua, kerja sama Perguruan Tinggi dan dunia kerja adalah perlu.
Read More »

Rabu, 01 Juli 2009

1 About Me

Rabu, Juli 01, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[1 Comment]
About Me....
Assalamu'alaikumWr. Wb.
Iwan kustiawan, Lahir di Kuningan tanggal 14 April 1991. sama dengan Romi Satria Wahono tinggal menyelesaikan S3 namun pengertian S3 disini berbeda yaitu S1 : Alumni dari Sekolah Dasar(SD) Negeri 2 Cikadu(1998 - 2004), S2 : Alumni dari SMP N 1 Nusaherang (2004 - 2007), dan S3 : sekarang Sekolah di SMAN 1 Ciawigeabng (2007 - sekarang). sekarang aku aktif di Organisasi pramuka walaupun aku tidak menjadi DA (Dewan Ambalan) tetapai aku yang paling diktakuti oleh anak" kls X loeee (katanya sih!!! coba aja bktikan.. hehe..) . sudah ketahuan bahwa yang namnya Iwan itu:
I : Intelegentnya kuat..hehehe
W: wooww... emang bener tuh..
A : ahc... masa ga percya sih..
N: nanti kita buktikan.... klw ketemu hehe
mungkin hanya ini dulu profile saya semoga dapat memberikan suatu penjelasan bagi anda-anda yang selalu bertanya-tanya siapakah presiden yang akan terpilih... eh salah, ko ngomongin masalah pemilu sih.... dah ahhhh ntar di smabung lagi....
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Arti Sebuah Senyuman
senyuman tidak ada biayanya, tapi manfaatnya, tapi manfatnya Subhanllah
senyuman melunturkan kekerasan hati si penerima dan si pemberinya
tanpa membuat menjadikan miskin bagi si pemberi dan si penerima
senyuman akan membawa shodaqoh, menambah tabungan akhirat
senyuman berlangsung dalam sekejap tatapan mata begitu cepat,
begitu singkat dan begitu darurat
tetapi sangat besar kesan yang ditinggalkan dapat membekas kuat
& melanggengkan persaudaraan
senyuman menciptakan hangat dab bahagia dalam rumah tangga
masyarakat dan dikalangan umat.
mendorong produktivitas & persaudaraan setia di setiap Interaksi dakwahm sosial dan dunia usaha.
jika saja ada kejadian orang yang bosan melemparkan senyuman atau terlampau
letih untuk "melemparkan" senyuman apa salahnya jika ANDA saja yang
memberikan dahulu sebuah senyuman tapi senyuman yang ikhlas
karena Iman dan karena Allah SWT.



Read More »

Selasa, 23 Juni 2009

0 Pengetahuan Umum

Selasa, Juni 23, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
Uranium Ditemukan di Bulan


Maryadie, Mutia Nugrahen

VIVAnews - Apakah kalian tahun uranium? Uranium adalah zat radioaktif yang membantu terjadinya reaksi nuklir. Nuklir ini nantinya sangat berguna untuk bidang kedokteran, pertanian dan berbagai macam industri.

Untuk itu banyak orang mencari uranium dan biasanya ditemukan di daerah pertambangan. Nah, ternyata selain terdapat di bumi uranium ini juga terdapat di bulan. Hal itu diketahui berdasarkan penelitian pesawat ruang angkasa milik Jepang.

Menurut para ahli astronomi dengan ditemukannya uranium menunjukkan kalau terdapat elemen radioaktif di bulan. Jadi, nantinya ada kemungkinan untuk membuat tenaga nuklir di bulan. Pesawat ruang angkasa Jepang, Kaguya mendeteksi uranium dengan menggunakan sinar gamma.

Sinar tersebut juga bisa melihat komposisi bulan, yang terdiri dari torium, potasium, oksigen, magnesium, silikon, kalsium, titanium dan besi.

"Kami telah menemukan uranium di bulan yang belum diketahui sebelumnya," kata Robert Reedy, salah satu peneliti dari Planetary Science Institute.

Uranium ini sangat dibutuhkan untuk pengembangan teknologi nuklir yang sangat bermanfaat bagi manusia. Salah satunya adalah alat-alat kedokteran yang digunakan untuk penyembuhan penyakit kanker atau tumor.


Fosil Piranha Raksasa

Maryadie, Mutia Nugraheni





Apakah kalian tahu ikan paling ganas yang hidup di perairan Amerika Selatan? Ikan tersebut adalah ikan piranha.

Nah, meskipun tubuhnya kecil tetapi piranha mampu menghabiskan makanannya berupa daging-dagingan hanya dalam hitungan detik.

Sebenarnya pada sekitar delapan atau sembilan juta tahun lalu di perairan Amerika Selatan terdapat ikan piranha yang panjangnya mencapai 1 meter.

Hal itu menurut Alberto Cione, seorang ahli fosil dari Museum La Plata Museum, Argentina.
Ia mengetahuinya setelah meneliti fosil ikan piranha berukuran besar yang disebut Megapiranha pananensis yang ditemukan pada tahun 1980.

Pada fosil terlihat pada rahang atas Megapiranha terdapat tiga gigi berukuran besar. Gigi tersebut, menurut Cione, digunakan untuk mempermudah megapiranha menangkap makanannya.

Tiga gigi raksasa itu tidak terdapat pada piranha yang saat ini hidup di perairan Amerika Selatan.

Piranha merupakan ikan yang hidup di air tawar yang sering juga disebut caribes oleh warga sekitar perairan.

Jika kalian penasaran ingin melihat piranha dari dekat tidak perlu jauh-jauh ke perairan Amazon, kalian bisa melihatnya di Seaworld, Anco


Read More »

Sabtu, 09 Mei 2009

3 B@ROUDAX BANTARA

Sabtu, Mei 09, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[3 Comment]
Lalampahan BOedax Bantara

Kemah 1 Hari yang diaksnakan di Ciniru Jalaksana ( yg ada air panas nya ghituuu) pada tanggal 8 Juli berbarangan dengan malem pencontrengan besoknya........... dan inilah beberapa photo kegiatan yang kami lakukan selama berkemah di Ciniru (jalaksana)......

































inilah beberapa photo kegiatan Pelatikan TKU











dan ini lah Upacara pengukuhan












































CuRug B@ngKoeng

Penyalaan Api Unggun

Latihan Lapangan III














Pelatikan Syal
(Situ Cihaur)






















Pelantikan syal yang dilaksanakan pada tanggal 31 Mei bertempat di Situ Cihaur
Read More »