English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label Istilah Kepramukaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Istilah Kepramukaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Mei 2015

0 Jukran Pakaian Seragam Pramuka

Rabu, Mei 20, 2015 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
Dengan di syahkannya SK Kwarnas No. 174 tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Anggota Pramuka maka SK Kwarnas No 226 tahun 2007 tentang PP yang sama sudah TIDAK BERLAKU LAGI..! File dapat di unduh di :
400604_Jukran Pakaian Seragam Pramuka (2012).pdf



Sumber : FP BANTARA SMANCI
Posted by : AR Affandi
Read More »

Selasa, 13 Maret 2012

0 KIASAN DASAR PENAMAAN SANGGA

Selasa, Maret 13, 2012 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
a. Sangga Perintis
Makna nama sangga tersebut dilatarbelakangi adanya romantisme perjuangan merintis kemerdekaan Indonesia yang diawali perjuangan organisasi Budi Utomo.

b. Sangga Penegas
Makna nama sangga tersebut dilatarbelakangi adanya penegasan pada pernyataan yang tersurat dalam Sumpah Pemuda.

c. Sangga Pendobrak
Makna nama sangga tersebut dilatarbelakangi adanya pendobrakan untuk mengusir penjajah dari muka bumi pertiwi tercinta ini.

d. Sangga Pencoba
Makna nama sangga tersebut dilatarbelakangi adanya agresi Belanda yang mencoba merampas tanah air Indonesia. Namun agresi ini dapat dipatahkan perjuangan bangsa Indonesia.

e. Sangga Pelaksana
Makna nama sangga tersebut dilatarbelakangi adanya melaksanakan pembangunan, setelah Indonesia merdeka penuh lepas dari kolonialisme.
Read More »

Jumat, 21 Oktober 2011

0 Daftar istilah kepramukaan

Jumat, Oktober 21, 2011 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
Adik : Panggilan untuk Pramuka yang lebih muda usia/tingkatannya
Ambalan Penegak : Satuan Pra-muka Penegak yang terdiri atas 4 – 5 sangga atau sekitar 40 orang penegak.
Andalan : Sebutan untuk pengurus Kwartir.
Andik (sing.) Anak Didik. Sebutan untuk peserta didik Pramuka.
Apel Upacara singkat. Biasaya untuk mengecek kesiapan anak buah.
Api unggun Kegiatan dalam perkemahan dengan berkumpul di sekitar api untuk bergembira. Biasanya diawali dengan upacara penyalaan.
Saka Bahari; Pramuka cinta kelautan; Kepramukaan yang diselenggarakan bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut, dengan penambahan ketrampilan khusus di bidang maritim dan kelautan. Bakti Husada Saka Bakti Husada; Pramuka cinta kesehatan. Kepramukaan yang diselenggarakan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dengan ketrampilan khusus di bidang medis dan kesehatan.
Bantara (bhs) Pengawal; Tingkatan Pertama SKU Pramuka Penegak. Bantu Tingkatan kedua SKU Siaga. Barung (bhs) Tempat penjaga ramuan bangunan; Satuan terkecil Pramuka siaga yang terdiri atas 5 – 10 orang.
Bhayangkara Saka Bhayangkara ; Pramuka cinta ketertiban; Kepramukaan yang diselenggarakan bekerjasama dengan Kepolisian RI dengan penambahan ketrampilan khusus bidang ketertiban masyarakat Brownie (inggris) Siaga putri. Bucik Sebutan untuk Pembantu Pembina Siaga Putri Bunda Sebutan untuk Pembina Siaga Putri
Read More »

Selasa, 09 November 2010

0 Kenapa Seragam Pramuka Berwarna Coklat?

Selasa, November 09, 2010 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
Sebuah pertanyaan terlontar dari Anak Pramuka SMANCI, Kenapa pakaian Seragam Pramuka Berwarna Coklat?? kenapa tidak warna pink, merah , biru dan lain - lain. sebuah pertanyaan yang bagus menurut saya, mungkin orang - orang tidak pernah menyadarinya akan hal itu , mungkin mereka menganggap pertanyaan itu hanya sepele, dan saya pun termenung sebentar (mmmmm...otak saya berputar kemana - mana sampai mengelilingi dunia,,, :-) heheh) dan tiba - tiba ada sebuah ilham datang melesatt bagaikan komet yang jatuh ke bumi ( waduuhhh,,,kenapa nyambungnya ke komet sih,,:-)) masuk ke otak ,, dan menurut saya adalah warna coklat yang dipilih pramuka tidak jauh dari kegiatan alam dan sosial, coklat warna tanah yang membumi, tenang, damai. itu menurut saya, maaf kalau jawaban kurang memuaskan,,tapi kalaupun ade - ade pramuka smanci kurang puas dengan jawaban saya, saya postingkan sebuah penjelasan yang menurut saya udah komplit tentang petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka,,, lebihh jelasnya silahkan baca selengkapnya,,, heheh

KEPUTUSAN
KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
NOMOR 088 TAHUN 1981
TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN PAKAIAN SERAGAM PRAMUKA
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,
Menimbang : 1. Bahwa keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1974 di Manado,
Sulawesi Utara, menyatakan agar Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian
SeragamPramuka supaya disempurnakan, disesuaikan dengan tujuan Gerakan
Pramuka dan selera anak-anak dan pemuda-pemuda, serta sesuai dengan
perkembangan masyarakat ;
2. Bahwa untuk menertibkan pelaksanaan penggunaan pakaian seragam Pramuka perlu
disempurnakan petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka yang
mencakup pakaian seragam putri maupun putra ;
3. Bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut diatas, perlu menerbitkan Petunjuk
Penyelenggaraan baru, sebagai pengganti dan penyempurnaan Petunjuk
Penyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka tersebut pada lampiran Keputusan
Kwartir Nasional GerakanPramuka Nomor 104/KN/74 Tahun 1974.
Mengingat : 1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka ;
2. Keputusan Prasiden Republik Indonesia nomor 12 Tahun 1971 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ;
3. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 045/KN/74 Tahun 1974 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ;
4. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Nasional Nomor 104/KN/74 Tahun 1974 tentang

Petunjuk Panyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka.
Memperhatikan : Kesepakatan Andalan Daerah Puteri pada Temu Karya tanggal 12-14 Mei 1980 di Jakarta.
Mendengar : 1. Saran-saran Andalan Nasional Harian ;
2. Saran-saran staf Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
Pertama : Mancabut Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 104/KN/74 Tahun 1974, tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka.
Kedua : Menetapkan Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka seperti yang tertera pada lampiran surat keputusan ini.
Ketiga : Menginstruksikan kepada Kwartir dan Satuan Gerakan Pramuka di seluruh Indonesia untuk melaksanakan isi keputusan ini.
Keempat : Apabila kemudian ternyata terdapat kekeliruan dalam surat keputusan ini maka akan diadakan pembetulan sebagaimanan mestinya.

Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 18 Juni 1981.
Ketua Kwartir Nasional,




Letjen TNI (Purn) Mashudi.




LAMPIRAN KEPUTUSAN
KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
NOMOR 088 TAHUN 1981
PETUNJUK PENYELENGGARAAN PAKAIAN SERAGAM PRAMUKA
BAB I
PENDAHULUAN
Pt. 1. Umum.
a. Gerakan Pramuka adalah suatu gerakan pendidikan yang merupakan satu-satunya wadah diusahakan bernilai pendidikan juga Gerakan Pramuka mempunyai ciri khas, yang membedakan pendidikan kepramukaan yang menggunakan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan di Indonesia. Sebagai organisasi pendidikan, maka di samping segala sesuatu dengan organisasi lain, yaitu antara lain digunakannya pakaian seragam Pramuka dan tandapengenalnya.
b. Sesuai dengan pendidikan yang dilakukan di dalam Gerakan Pramuka, maka pakaian seragam inipun merupakan alat pendidikan, yang diharapkan dapat mempengaruhi sikap dan tingkah laku Pramuka yang mengenakannya. Penggunaan warna coklat muda dan coklat tua mengingatkan para pramuka akan pakaian yang digunakan oleh pejuang-pejuang kita di masa revolusi yang lalu, dan para prajurit yang berada di garis pertempuran. Oleh karena itu penggunaan pakaian seragam ini dipakai untuk menanamkan jiwa patriotisme yang besar dikalangan Pramuka. Disamping itu pakaian seragam ini harus praktis, menarik, menyenangkan dan membanggakan bagi pemakainya.(sengaja saja bold biarr jelass)
c. Semua anggota Pramuka mengenakan pakaian seragam Pramuka, yang bentuk, corak, warna dan tata cara pemakaiannya diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Bentuk, corak dan tata cara pemakaian tersebut disesuaikan dengan jenis pemakaiannya puteri dan putera, perkembangan jasmani dan rokhani anak didik, kegiatan yang bisa dilakukan dalam kepramukaan
dan disesuaikan dengan perkembangan masyarakat.
d. Maksud Petunjuk Penyelenggaraan ini adalah untuk memberi pedoman kepada Kwartir dan satuan Pramuka, untuk menertibkan pemakaian pakaian seragam Pramuka agar dapat menunjang usaha mencapai tujuan Gerakan Pramuka, serta memberi petunjuk kepada para Pramuka Puteri dan Putera tentang pemakaian pakaian seragam secara tertib dan rapih.
Pt. 2. Ruang Lingkup.
a. Petunjuk Penyelenggaraan ini meliputi
b. Pendahuluan.
c. Pengertian dan Fungsi.
d. Pakaian Seragam Pramuka Puteri.
e. Pakaian Seragam Pramuka Putera.
f. Tata cara pemakaian Pakaian Seragam.
g. Penutup.
Pt. 3 Pengertian.
a. Pakaian Seragam Pramuka adalah pakaian yang dikenakan oleh semua anggota Gerakan
Pramuka, yang bentuk, corak, warna dan tata cara pemakaian seragam, sesuai dengan ketentuan
yang dibuat oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
b. Pakaian Seragam Pramuka menurut keperluannya dibagi dalam :
1) Pakaian Seragam Harian.
2) Pakaian Seragam Perkemahan, kerja bakti dan olah raga.
3) Pakaian Seragam Khusus.
4) Pakaian Seragam Satuan Karya.
c. Pakaian Seragam Pramuka terdiri dari :
1) Tutup Kepala.
2) Baju Pramuka,
a) Blus untuk Pramuka Puteri.
b) Kemeja untuk Pramuka Putera.
1) Rok Pramuka untuk Pramuka Puteri.
2) Celana Pramuka untuk Pramuka Putera.
3) Pita leher untuk Pramuka Puteri.
4) Setangan leher untuk Pramuka Putera.
5) Kaos kaki.
6) Sepatu.
7) Ikat pinggang.
8) Tas untuk Pramuka Puteri (Penegak, Pandega, Pembina, Andalan dan anggota Majelis Pembimbing).

BAB II
FUNGSI
Pt. 4. Fungsi.
a. Pakaian Seragam Pramuka berfungsi sebagai sarana untuk :
b. Menumbuhkan rasa jiwa kesatuan dan jiwa Pramuka.
c. Memberi latihan/pendidikan tentang kerapihan, kesederhanaan, keindahan dan kesopanan.
d. Menanamkan harga diri, kebangsaan nasional, jiwa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
e. Menanamkan rasa disiplin.

BAB III
PAKAIAN SERAGAM PRAMUKA PUTERI
Pt. 5. Pakaian Seragam Harian.
Pakaian Seragam Harian terdiri dari :
a. Tutup Kepala.
b. Baju Pramuka (blus).
c. Rok Pramuka.
d. Pita Leher.
e. Kaos kaki (hanya untuk pramuka Siaga dan Penggalang).
f. Sepatu.
g. Ikat pinggang (hanya untuk Pramuka Penggalang)
h. Tas (hanya untuk Pramuka Penegak, Pramuka Pandega dan Pembina Pramuka, Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing).
i. Tanda-tanda Pengenal.

Pt. 6. Jenis Pakaian Seragam Harian.
a. Pakaian Seragam Harian Pramuka Siaga.

1) Tutup kepala :
a) dibuat dari kain berwarna coklat tua.
b) berbentuk topi joki dengan lima potongan.
c) pada batas tiap potongan diberi bis¼ cm berwarna coklat muda.
d) pada bagian atas, tepat pada pertemuan potongan-potongan, diberi bulatan hiasan, bergaris
e) tengah antara 1 sampai 3 cm berwarna coklat tua.
f) bagian belakang dari topi itu diberi ban elastik.
g) leher lidah topi 5 cm.
2) Baju Pramuka/blus :
a) dibuat dari kain berwarna coklat muda.
b) berbentuk baju kurung berlengan pendek.
c) ditambah lipatan hiasan melintang di dada selebar 2 cm.
d) kerah baju model shiller.
e) tidak memakai buah baju/kancing.
f) tidak memakai lidah bahu.
g) mempunyai dua saku pada bagian muka bawah blus.
h) baju/blus dipakai diluar rok.
3) Rok Pramuka :
a) dibuat dari kain berwarna coklat tua.
b) berbentuk rok lipatan (plooi) yang bagian dalamnya masing-masing 3 cm.
c) jumlah lipatan disesuaikan dengan dengan lingkar pinggang anak didik.
d) panjang rok sampai ke lutut.
4) Pita leher :
a) dibuat dari kain berwarna merah dan putih.
b) - lebar 3½ cm panjang 80 cm dan disimpulkan.
- panjang pita dari simpul 7 – 8 cm, karena itu panjang pita leher dapat disesuaikan dengan
besar badan pemakai.
Read More »

Rabu, 05 Mei 2010

0 PERTEMUAN PRAMUKA

Rabu, Mei 05, 2010 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
:: Pertemuan Anggota Gerakan Pramuka ::
Selain mengadakan latihan rutin, anggota pramuka mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh sesama anggota Pramuka sejenis .Pertemuan serupa itu dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu, seperti ulang tahun Gudep, hari Pramuka dan sebagainya.
Sesuai dengan golongannya, maka pertemuan anggota Pramuka dibedakan atas : Pertemuan Pramuka Siaga Pesta Siaga Kegiatan ini dapat dilaksanakan untuk tingkat Desa, Kecamatan dan Cabang. Dapat berupa rekreasi, permainan bersama, darmawisata, lomba ketangkasan dan ketrampilan. Hingga sifatnya rekreasi, kreatif, riang, gembira, yang memerlukan banyak gerak seperti lomba ketrampilan dan ketangkasan.
Permainan Bersama, adalah kegiatan keterampilan kepramukaan untuk golongan Pramuka Siaga, seperti menyusun puzzle, mencari jejak, permainan kim dan sejenisnya. Pameran Siaga, adalah kegiatan yang memamerkan hasil karya Pramuka Siaga.
Pasar Siaga (Bazar), adalah simulasi situasi di pasar yang diperankan oleh Pramuka Siaga sebagai pedagang, sedangkan pembelinya masyarakat umum.
Darmawisata, adalah kegiatan wisata ke tempat tertentu yang pada akhir kegiatan Pramuka Siaga harus menceritakan pengalamannya, dalam bentuk lisan maupun tulisan.
Pentas Seni Budaya, adalah kegiatan yang menampilkan kreasi seni budaya para Pramuka Siaga. Karnaval, adalah kegiatan pawai yang menampilkan hasil kreatifitas Pramuka Siaga. Perkemahan Satu Hari (Persari), adalah perkemahan bagi Pramuka Siaga yang dilaksanakan pada siang hari.
Pertemuan Pramuka Penggalang Jambore, adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk perkemahan besar yang di diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka, seperti Jambore Ranting (tingkat kecamatan), Jambore Cabang tingkat kota/kabupaten), Jambore Daerah (tingkat provinsi), Jambore Nasional (tingkat nasional). Lomba Tingkat, adalah pertemuan regu-regu Pramuka Penggalang dalam bentuk lomba kegiatan kepramukaan. Lomba tingkat dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari tingkat gugusdepan (LT-I), ranting (LT-II), cabang (LT-III), daerah (LT-IV), nasional (LT-V). Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru), adalah pertemuan Pramuka Penggalang bagi Pemimpin Regu Utama (Pratama), Pemimpin Regu (Pinru) dan Wakil Pemimpin Regu (Wapinru) Penggalang, yang bertujuan memberikan pengetahuan dan pengalaman di bidang manajerial dan kepemimpinan. Dianpinru diselenggarakan oleh gugusdepan, kwartir ranting atau kwartir cabang. Kwartir Daerah dan Kwartir Nasional dapat menyelenggarakan Dianpinru apabila dipandang perlu. Penjelajahan (Wide Game), adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk mencari jejak (orienteenering) dengan menggunakan tanda-tanda jejak, membuat peta, mencatat berbagai situasi dan dibagi dalam pos-pos. Setiap pos berisi kegiatan keterampilan kepramukaan seperti morse/semaphore, sandi, tali temali dan sejenisnya.
Latihan Bersama, adalah pertemuan Pramuka Penggalang dari dua atau lebih gugusdepan yang berada dalam datu kwartir ranting atau kwartir cabang mapun kwartir daerah dengan tujuan untuk saling tukar menukar pengalaman. Latihan gabungan ini dapat dilaksanakan dalam bentuk lomba, seperti baris-berbaris, PPPK, senam pramuka dan sejenisnya. Perkemahan, adalah pertemuan Pramuka Penggalang yang dilaksanakan secara reguler, untuk mengevaluasi hasil latihan di gugusdepan. Perkemahan diselenggarakan dalam bentuk Persami (Perkemahan Sabtu Minggu), Perjusami (Perkemahan Jum'at Saptu Minggu), perkemahan liburan dan sejenisnya. Gelar (Demonstrasi) Kegiatan Penggalang, adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk keterampilan di hadapan masyarakat umum, seperti baris-berbaris, PPPK, gerak dan lagu, membuat konstruksi sederhana dari tongkat/bambu dan tali (pioneering), dan sejenisnya. Pameran, adalah kegiatan yang memamerkan hasil karya Pramuka Penggalang kepada masyarakat. Darmawisata, adalah kegiatan wisata ke tempat tertentu, seperti museum, industri, tempat bersejarah, dan sejenisnya. Pentas Seni Budaya, adalah kegiatan yang menampilkan kreasi seni budaya para Pramuka Penggalang. Karnaval, adalah kegiatan pawai yang menampilkan hasil kreatifitas Pramuka Penggalang. Pertemuan Pramuka Penegak Raimuna, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka, seperti Raimuna Ranting, Raimuna Cabang, Raimuna Daerah, Raimuna Nasional. Gladian Pimpinan Satuan, adalah kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega bagi Pemimpin Sangga Utama, Pemimpin Sangga, dan Wakil Pemimpin Sangga dan pengurus Dewan Ambalan/Racana, yang bertujuan memberikan pengetahuan di bidang manajerial dan kepemimpinan. Dianpinsat diselenggarakan oleh gugusdepan, kwartir ranting atau kwartir cabang. Kwartir daerah dan Kwartir Nasional dapat menyelenggarakan Dianpinsat bila dipandang perlu. Perkemahan, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang diselenggarakan secara reguler untuk mengevaluasi hasil latihan di gugusdepan dalam satu periode, seperti Perkemahan Saptu Minggu (Persami), Perkemahan Jum'at Saptu Minggu (Perjusami), perkemahan hari libur, dan sejenisnya. Perkemahan Wirakarya (PW), adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk perkemahan besar, dalam rangka mengadakan integrasi dengan masyarakat dan ikut serta dalam kegiatan pembangunan masyarakat. PW diselenggarakan oleh semua jajaran kwartir secara reguler, khusus untuk PW Nas, diselenggarakan apabila dipandang perlu. Perkemahan Bakti (Perti), adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk perkemahan besar, dalam rangka mengaplikasikan pengetahuan dan pengalamannya selama mengadakan pembinaan, baik di gugusdepan maupun di Satuan karya Pramuka (Saka) dalam bentuk bakti kepada masyarakat. Perkemahan Antar (Peran) Saka, adalah Kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang menjadi anggota Satuan Karya Pramuka (Saka), berbentuk perkemahan besar, yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka. Saat ini Gerakan Pramuka memiliki tujuh Saka. Peran Saka diselenggarakan apabila diikuti minimal oleh dua Satuan Karya Pramuka. Pengembaraan, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk penjelajahan, dalam rangka mengaplikasikan pengetahuan tentang ilmu medan, peta, kompas dan survival. Latihan Pengembangan Kepemimpinan, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menanamkan dan mengembangkan jiwa kepemimpinan bagi generasi muda agar dapat ikut serta dalam mengelola kwartir dan diharapkan di kemudian hari mampu menduduki posisi pimpinan dalam Gerakan Pramuka. Latihan Pengelola Dewan Kerja, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman mengenai manajemen Dewan Kerja, sehingga para anggota Dewan Kerja dapat mengelola dewan kerjanya secara efektif dan efisien. Kursus Instruktur Muda, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega pengembangan potensi Pramuka, baik sebagai Pribadi, kelompok maupun organisasi untuk mensukseskan pelaksanaan upaya Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pengentasan Kemiskinan dan Penanggulangan Bencana. Penataran, Seminar, dan Lokakarya, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk mengkaji suatu permasalahan dan merumuskan hasil kajian serta memecahkan masalah secara bersama, sebagai bahan masukan bagi perkembangan Gerakan Pramuka. Sidang Paripurna, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyusun program kerja bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam satu tahun program, dan akan dijadikan bahan dalam Rapat Kerja Kwartir. Musyawarah Pramuka Penegak dan Pandega Puteri dan Putera (Musppanitera), adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyusun perencanaan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kwartir dalam satu masa bakti kwartir/dewan kerja dan akan dijadikan bahan pada musyawarah kwartirnya. Semua Golongan Jamboree On The Air (JOTA) dan Jambore On The Internet (JOTI), adalah pertemuan Pramuka melalui udara, bekerjasama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) dan pertemuan Pramuka melalui internet. Kedua kegiatan ini dilaksanakan secara serentak. Kegiatan ini diselenggarakan di tingkat nasional dan internasional.
Read More »

0 PENGERTIAN UPACARA PELANTIKAN DAN KENAIKAN TINGKAT

Rabu, Mei 05, 2010 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
1.Upacara pelantikan dilaksanakan untuk peserta didik yang telah berhasil menyelesaikan SKU tingkat awal, yaitu Siaga Mula, Penggalang Ramu, Penegak Bantara, dan Pandega.
  • Upacara dilakukan secara sederhana, khidmat dan berkesan terutama mengenai ucapan Janji/Satya Pramuka.
  • Upacara dilakukan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan Upacara Dalam Gerakan Pramuka.
  • Seyogyanya upacara pelantikan dihadiri pula oleh orangtua/wali peserta didik yang bersangkutan.
  • Sesudah mengikuti upacara pelantikan, peserta didik berhak memakai pakaian seragam lengkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  • Sesudah upacara pelantikan, Pembina Pramuka yang melantik mengisi buku SKU dan menyerahkannya ke peserta didik yang dilantik.
2.Upacara kenaikan tingkat yaitu upacara pemberian tanda kecakapan umum sebagai kelanjutan dari tingkat kecakapan awal; misalnya dari :
  1. Siaga Mula ke Siaga Bantu
  2. Siaga Bantu ke Siaga Tata. dan seterusnya,begitu pula pada golongan Penggalang dan Penegak. Pada golongan Pandega tidak ada upacara kenaikan tingkat, karena SKU Pandega hanya satu tingkat, sedangkan untuk upacara pemberian TKK dan Tanda Pramuka Garuda dapat dilakukan seperti upacara kenaikan tingkat.
Read More »

Minggu, 29 November 2009

0 Syarat - Syarat Mencapai Tingkat Bantara

Minggu, November 29, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]

Syarat-syarat yang harus dipenuhi Untuk mencapai tingkat Penegak Bantara, calon Penegak harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

1. Rajin dan aktif mengikuti latihan Ambalan Penegak.

2. Telah mempelajari dan menyetujui Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.

3. Mengerti dan bersungguh-sungguh mengamalkan Dasa Darma dan Tri Satya dalam kehidupannya sehari-hari.

4. Dapat memberi salam Pramuka dan tahu maksud dan penggunannya.

5. Tahu tanda-tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka.

6. Tahu struktur organisasi dan Gerakan Pramuka dan Dewan Kerja Penegak dan Pandega.

7. Tahu arti lambang Gerakan Pramuka.

8. Tahu arti Pancasila.

9. Tahu sejarah dan arti kiasan warna-warna bendera kebangsaan Indonesia, serta dapat

10. mengibarkan dan menurunkannya dalam upacara.

11. Dapat dengan hafal menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di muka orang banyak, dan tahu sikap yang harus dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada suatu upacara.

12. Tahu arti lambang Negara Republik Indonesia.

13. Biasa berbahasa Indonesia di waktu mengikuti pertemuan-pertemuan Penegak.

14. Tahu arti dan sejarah Sumpah Pemuda.

15. Tahu perjuangan bangsa Indonesia dan rencana pembangunan Pemerintah.

16. Tahu susunan Pemerintah Republik Indonesia dari Pusat sampai ke Desa.
Dapat berbaris.

17. Selalu berpakaian rapi, memelihara kesehatan badan, dan memelihara kebersihan lingkungannya.

18. Tahu pentingnya bahan-bahan makanan yang bernilai gizi, dan dapat memasak makanan di perkemahan untuk sedikitnya 5 orang.

19. Tahu tentang penyakit-penyakit rakyat yang terpenting, dan tentang cara-cara pencegahannya.

20. Melakukan salah satu cabang olahraga atletik atau salah satu cabang olahraga renang.

21. Tahu adat sopan santun pergaulan Indonesia.

22. Memiliki buku Tabanas.

23. Setia membayar uang iuran kepada Gugusdepannya, sedapat-dapatnya dengan uang yang diperolehnya dari usahanya sendiri.

24. Menguasai suatu keterampilan di bidang pertanian, bidang industri, atau bidang lain yang dipilihnya sendiri, tetapi yang dapat diharap kelak akan berguna bagi kehidupannya.

25. Dapat membaca jam dan menggunakan kompas.

26. Sudah pernah berkemah sekurang-kurangnya 4 hari berturut-turut.

27. Pernah ikut serta kerjabakti gotongroyong yang ditugaskan oleh Pembinanya.

28. Keagamaan (seuai dengan agama masing-masing)

- Untuk Penegak yang beragama Islam :

Dapat mengucap Kalimat Syahadat dan tahu artinya.

Mengerti Rukun Iman dan Rukun Islam.

Melakukan sholat berjama’ah.

Tahu riwayat Nabi Muhammad saw.

- Untuk Penegak yang beragama Katholik :

Tahu sakramen Permandian,

sakramen Penguatan,

sakramen Maha Kudus,

sakramen Pengakuan Dosa (Tobat).

- Untuk Penegak yang beragama Protestan :

Dapat dengan hafal menyanyikan 4 nyanyian Kristen.

Dapat mengucap do’a sederhana pada kesempatan tertentu.

Bersedia memimpin kelompok mempelajari Alkitab.

Mengetahui sekedar peraturan-peraturan Gereja.

- Untuk Penegak yang beragama Hindu :

Dapat memenuhi SKU untuk Pramuka golongan Siaga dan golongan Penggalang di bidang

pendidikan agama Hindu.

Tahu arti "Wiweka", "Sastra", "Aksara", dan mengerti arti "Tat Twam Asi".

- Untuk Penegak yang beragama Budha :

Dapat memenuhi SKU untuk Pramuka golongan Siaga dan golongan Penggalang di bidang pendidikan agama Budha.

Mengerti dan dapat menyanyikan Parita-parita tersebut dalam SKU untuk Pramuka golongan Siaga dan golongan Penegak.

Read More »

0 MACAM – MACAM SIMPUL

Minggu, November 29, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
1. Simpul mati
2. Simpul Anyam
3. Simpul Anyam berganda
4. Simpul pangkal
5. Simpul tiang
6. Simpul Kembar
7. Simpul Erat
8. Simpul Tambat
9. Simpul Penarik



dan inilah contoh simpilnya


Read More »

Selasa, 27 Oktober 2009

0 Penegak Bantara

Selasa, Oktober 27, 2009 Under From BANTARA SMANCI
[0 Comment]
Penegak Bantara adalah tingkatan Syarat-syarat Kecakapan Umum pertama dalam satuan Pramuka Penegak sebelum Penegak Laksana. Golongan Pramuka Penegak yang belum menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak Bantara belum dianggap sebagai Pramuka Penegak dan disebut sebagai “Tamu Ambalan”, atau “Tamu Penegak”
Syarat-syarat yang harus dipenuhi

Untuk mencapai tingkat Penegak Bantara, calon Penegak harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

* Rajin dan aktif mengikuti latihan Ambalan Penegak.
* Telah mempelajari dan menyetujui Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
* Mengerti dan bersungguh-sungguh mengamalkan Dasa Darma dan Tri Satya dalam kehidupannya sehari-hari.
* Dapat memberi salam Pramuka dan tahu maksud dan penggunannya.
* Tahu tanda-tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka.
* Tahu struktur organisasi dan Gerakan Pramuka dan Dewan Kerja Penegak dan Pandega.
* Tahu arti lambang Gerakan Pramuka.
* Tahu arti Pancasila.
* Tahu sejarah dan arti kiasan warna-warna bendera kebangsaan Indonesia, serta dapat mengibarkan dan menurunkannya dalam upacara.
* Dapat dengan hafal menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di muka orang banyak, dan tahu sikap yang harus dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau

dinyanyikan pada suatu upacara.

* Tahu arti lambang Negara Republik Indonesia.
* Biasa berbahasa Indonesia di waktu mengikuti pertemuan-pertemuan Penegak.
* Tahu arti dan sejarah Sumpah Pemuda.
* Tahu perjuangan bangsa Indonesia dan rencana pembangunan Pemerintah.
* Tahu susunan Pemerintah Republik Indonesia dari Pusat sampai ke Desa.
* Dapat berbaris.
* Selalu berpakaian rapi, memelihara kesehatan badan, dan memelihara kebersihan lingkungannya.
* Tahu pentingnya bahan-bahan makanan yang bernilai gizi, dan dapat memasak makanan di perkemahan untuk sedikitnya 5 orang.
* Tahu tentang penyakit-penyakit rakyat yang terpenting, dan tentang cara-cara pencegahannya.
* Melakukan salah satu cabang olahraga atletik atau salah satu cabang olahraga renang.
* Tahu adat sopan santun pergaulan Indonesia.
* Memiliki buku Tabanas.
* Setia membayar uang iuran kepada Gugusdepannya, sedapat-dapatnya dengan uang yang

diperolehnya dari usahanya sendiri.

* Menguasai suatu keterampilan di bidang pertanian, bidang industri, atau bidang lain yang dipilihnya sendiri, tetapi yang dapat diharap kelak akan berguna bagi kehidupannya.
* Dapat membaca jam dan menggunakan kompas.
* Sudah pernah berkemah sekurang-kurangnya 4 hari berturut-turut.
* Pernah ikut serta kerjabakti gotongroyong yang ditugaskan oleh Pembinanya.
* Keagamaan (seuai dengan agama masing-masing)

* Untuk Penegak yang beragama Islam :
o Dapat mengucap Kalimat Syahadat dan tahu artinya.
o Mengerti Rukun Iman dan Rukun Islam.
o Melakukan sholat berjama’ah.
o Tahu riwayat Nabi Muhammad saw.
* Untuk Penegak yang beragama Katholik :
o Tahu sakramen Permandian, sakramen Penguatan, sakramen Maha Kudus, sakramen Pengakuan Dosa (Tobat).

* Untuk Penegak yang beragama Protestan :

*
o Dapat dengan hafal menyanyikan 4 nyanyian Kristen.
o Dapat mengucap do’a sederhana pada kesempatan tertentu.
o Bersedia memimpin kelompok mempelajari Alkitab.
o Mengetahui sekedar peraturan-peraturan Gereja.
* Untuk Penegak yang beragama Hindu :
o Dapat memenuhi SKU untuk Pramuka golongan Siaga dan golongan Penggalang di bidang pendidikan agama Hindu.
o Tahu arti "Wiweka", "Sastra", "Aksara", dan mengerti arti "Tat Twam Asi".
* Untuk Penegak yang beragama Budha :
o Dapat memenuhi SKU untuk Pramuka golongan Siaga dan golongan Penggalang di bidang pendidikan agama Budha.
o Mengerti dan dapat menyanyikan Parita-parita tersebut dalam SKU untuk Pramuka golongan Siaga dan golongan Penegak.
Read More »